Lebah trigona merupakan salah satu jenis lebah penghasil madu yang tidak bersengat (stingless bee). Ukurannya cenderung lebih kecil dibanding lebah bersengat, namun tetap hidup berkelompok (koloni) layaknya lebah sengat. Di hutan Indonesia sendiri, terdapat beberapa spesies lebah trigona yang hidup dan berkembang biak. Dari spesies-spesies tersebut, beberapa diantaranya sudah mulai banyak dibudidayakan oleh peternak mengingat masih terbuka lebarnya peluang usaha budidaya lebah trigona ini.
Madu lebah trigona mempunyai varian rasa yang cukup banyak, namun umumnya berasa manis bercampur asam. Varian rasa ini dipengaruhi jenis nektar yang dikonsumsi oleh si lebah. Lebah trigona mampu mengambil nektar dari bunga-bunga berukuran kecil sekalipun, ini karena ukuran lebah tersebut juga tergolong kecil. Dari banyak jurnal penelitian, diterangkan bahwa madu lebah trigona lebih berkhasiat dibanding madu lebah biasa. Karenanya, konsumen rela membayar lebih mahal untuk mendapatkan manfaat madu lebah trigona. Harga jual madunya yang cenderung tinggi juga membuat banyak yang tertarik untuk memulai budidaya lebah trigona tersebut.
Jika sahabat dosen petani juga mulai tertarik membudidayakan lebah trigona, tulisan ini dapat menjadi panduan dasar untuk memperoleh gambaran bagaimana analisa usaha budidaya lebah trigona. Silahkan dibaca sampai akhir.
Sekilas Tentang Budidaya Trigona
Untuk memulai budidaya lebah trigona, sahabat perlu mempersiapkan lahan yang baik dengan vegetasi cukup untuk memastikan pasokan makanan bagi lebah trigona. Lahan yang dibutuhkan pada dasarnya tidak terlalu luas, sebab jarak antar stup trigona itama bisa diatur berdekatan. Pada peternakan galo galo paliko yang menjadi referensi utama tulisan ini, stup-stup trigona diletakkan dengan jarak 4x4 meter antar masing-masing stup. Mengikuti pola peternakan lebah galo galo paliko, maka lahan dengan luas 1000m2 dapat menampung kurang lebih 60 log/stup trigona.
Kepadatan atau jumlah stup dalam satu lokasi budidaya amat tergantung dengan ketersediaan pakan atau vegetasi lingkungan. Perhitungan 60 log/stup trigona dalam lahan 1000m2 tadi dengan catatan ketersediaan pakan atau vegetasi telah dalam kondisi baik. Lebah trigona diketahui mampu mengambil nektar dalam radius 500 meter dari sarangnya, semakin banyak nektar yang tersedia dalam radius jelajah trigona tentu membuat produksi madunya akan semakin tinggi. Bila dalam radius jelajah tersebut ketersediaan pakan tidak mencukupi, dikhawatirkan akan terjadi persaingan dan perebutan pakan oleh lebah pekerja dari tiap-tiap koloni. Bila kondisi ini terjadi, tentu akan mengancam keberlangsungan hidup koloni yang diternakkan.
Koloni lebah trigona dapat diperoleh dengan cara membeli ke peternak lain atau mencari langsung ke hutan. Harga koloni itama dan thoracica juga variatif, tergantung kondisi dan umur koloni. Rata-rata satu koloni itama dijual di kisaran harga 600 ribu hingga 2 juta rupiah per koloninya, dan untuk jenis thoracica harganya di kisaran 1 juta hingga 3 juta rupiah per koloni. Jika sahabat berniat menekan modal koloni, hal yang bisa dilakukan adalah mencari sendiri koloni trigona ke habitat aslinya. Dari habitat asli, ada beberapa metode yang bisa diterapkan untuk memperoleh koloni diantaranya adalah dengan memasang perangkap dan atau menebang pohon tempat trigona bersarang.
Sementara untuk perbanyakan koloni sendiri juga ada beberapa alternatif atau opsi yang sahabat bisa pilih. Membeli tambahan koloni ke peternak merupakan cara yang paling ringkas, namun tentunya memerlukan tambahan modal. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan splitting atau pecah koloni. Ringkasnya, pecah koloni adalah metode perbanyakan koloni dengan mengambil sebagian anggota koloni untuk dipindahkan ke log/stup yang baru.
Madu trigona dapat dipanen setidaknya 3 bulan sekali, dan frekuensi panen ini juga sangat bergantung dengan ketersediaan vegetasi di lingkungan ladang lebah. Jika vegetasi baik, madu dapat dipanen satu kali setiap bulannya, dengan potensi panen 300ml per log/stup budidaya. Harga jual madu sendiri tergolong tinggi, di marketplace yang bisa diakses lewat smartphone sahabat, kami menemukan rata-rata harga jual madu trigona ada di kisaran 400 rupiah hingga 1000 rupiah per mililiter. Artinya, satu liter madu trigona rata-rata dihargai 400ribu hingga satu juta rupiah.
Merunut dari awal tulisan ini, bisa diasumsikan bahwa untuk lahan 1000 meter persegi sahabat bisa membudidayakan trigona sebanyak 60 log/stup dengan catatan ketersediaan tanaman bunga dan buah mencukupi kebutuhan lebah. Modal awal yang dibutuhkan untuk pembelian koloni adalah 36 juta rupiah hingga 120 juta rupiah untuk trigona itama. Sedangkan untuk thoracica, sahabat butuh merogoh modal 60 juta hingga 180 juta rupiah untuk pembelian koloni.
Dari 60 stup budidaya tersebut, sahabat dosen petani berpotensi mendapat madu 18 liter per bulannya. Dari panen tersebut, potensi penghasilan per bulan adalah Rp. 7.200.000 hingga 18 juta per bulannya, ini belum termasuk jika sahabat juga menjual propolis lebah. Sementara, potensi penghasilan dalam satu tahun budidaya lebah trigona adalah Rp. 86.400.000 hingga Rp. 216.000.000. Jika semua kondisi dalam analisa usaha ini berjalan baik, break event point akan dicapai paling cepat di 8 bulan atau paling lama di 2 tahun usaha berjalan.
Untuk sahabat yang ingin melihat visualisasi budidaya lebah trigona yang dilakukan oleh galo galo paliko, sahabat bisa simak di video berikut ini :
Mantappp Bosku...������
BalasHapus