Halo sahabat dosen petani, semoga selalu sehat dan dimudahkan dalam segala urusan. Sahabat semua pasti tak asing lagi dengan tanaman jahe, apalagi popularitasnya meroket saat awal pandemi lalu. Jahe yang dipercaya punya khasiat untuk menjaga kekebalan tubuh mendapat permintaan yang tinggi di pasaran. Alhasil, harga jahe pun sempat meroket dan banyak petani yang akhirnya beralih ke budidaya jahe karena melihat peluang pasar yang masih terbuka.
Beberapa bulan setelah puncak pandemi, nyatanya harga jahe pun turun seiring bertambahnya supply sementara permintaan tak lagi setinggi saat awal-awal pandemi. Namun demikian, bukan berarti budidaya jahe praktis menjadi tidak lagi menarik. Kenapa demikian? Ulasan ini akan membantu sahabat untuk memahami bagaimana potensi panen jahe gajah, tanaman rempah yang perawatannya relatif mudah.
Pada prinsipnya, budidaya jahe gajah tetap menawarkan peluang keuntungan yang terbilang baik. Bagaimana tidak? Satu rimpang jahe dapat tumbuh dan berkembang hingga 40 kali lebih banyak dari bobot awal. Hal ini berarti jika petani menanam 10kg bibit, maka potensi panen yang dihasilkan mencapai 400kg, bahkan lebih. Hal ini dapat dicapai jika perawatan dan pengendalian hama pada tanaman jahe dilakukan dengan baik.
Jika harga bibit jahe 20ribu Rupiah per kilogram, petani tetap berpeluang untung walau harga jual di angka 6 ribu rupiah. 1 kilogram bibit dengan modal 20ribu tersebut berpotensi menghasilkan 240ribu Rupiah pendapatan kotor. Jika dikurangi dengan pengeluaran pupuk dan tenaga kerja, persentasenya masih masuk, sekali lagi dengan catatan hasil panen mencapai angka 40 kali lipat dari bibit awal.
Hal ini juga diamini oleh Nicostri Naldo Meredian (Nico) yang juga seorang konten kreator pertanian. Saat Dosen Petani ikut dalam kegiatan panen di lokasi Nico, diperoleh hasil kurang lebih 780kg jahe gajah dari bibit 20kg saja. "Walau harga jual saat ini hanya 12ribu Rupiah per kilogram, kita petani masih untung lumayan kok" ujar Nico sembari mengemas jahe gajah hasil panen.
Jahe gajah juga cenderung mudah dalam budidayanya, investasi yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak. Yang penting lakukan pengolahan lahan yang maksimal dan jangan pernah terlambat melakukan pemupukan, terang Nico menyimpulkan pengalamannya.
Bagaimana sahabat? Tertarik mencoba budidaya jahe gajah? Untuk tahu lebih banyak silahkan tonton video berikut :