Lebah trigona merupakan salah satu serangga penyerbuk yang menghasilkan madu. Lebah dari jenis meliponini ini adalah serangga yang tidak bersengat, berbeda dengan lebah Apis. Selain menghasilkan madu dengan khasiat yang luar biasa, lebah trigona juga dikenal sebagai penghasil propolis, utamanya untuk jenis Geniotrigona Thoracica.
Sejatinya, masyarakat Minangkabau dan Indonesia pada umumnya, telah lama mengetahui bahwa serangga ini menghasilkan madu yang berkualitas tinggi. Jika berbincang dengan generasi kelahiran 1950an, mayoritas akan mengatakan kenal dan sepakat bahwa lebah trigona (galo galo, Bahasa Minangkabau) mempunyai madu yang kaya manfaat. Apalagi ada spesies trigona yang biasa bersarang di sela-sela kayu Rumah Gadang, dan spesies ini yang sudah akrab dikenal masyarakat sejak puluhan bahkan mungkin berabad lamanya.
Walau tak asing di tengah-tengah masyarakat, nyatanya budidaya lebah trigona baru marak dilakukan kurang dari 1 dekade terakhir. Semakin masifnya kampanye manfaat madu dan kemurnian madu akhirnya mendorong lebih banyak orang yang menjadi bee-keeper, istilah keren untuk pelaku penangkaran lebah. Hingga artikel ini ditulis, Dosen Petani pun telah menjadi bee-keeper kurang lebih 1 tahun lamanya.
Walau belum terbilang lama, izinkan kami membagikan pengalaman dan kebahagiaan memelihara lebah madu jenis Trigona Sp ini lewat tulisan singkat. Besar harapan Kami tulisan akan bermanfaat bagi sahabat semua.
1. Syarat Lingkungan Budidaya Lebah Trigona
Sebelum memulai beternak lebah trigona, penting untuk memastikan bahwa lokasi yang akan dijadikan tempat budidaya memiliki vegetasi yang baik. Sebuah lingkungan dapat dikatakan memiliki vegetasi yang baik apabila dalam radius 500m2 tersedia tumbuhan yang berbunga dalam jumlah yang banyak. Selain itu, perlu juga untuk memastikan ada tumbuhan bergetah dalam radius tersebut. Hal ini karena, lebah trigona membutuhkan bunga dan getah untuk membentuk propolis, bee pollen dan madu itu sendiri. Tanpa ketersediaan pakan yang baik, mustahil lebah trigona mampu berproduksi dengan baik.
Pada dasarnya, lebah trigona tidak mudah kabur layaknya lebah bersengat ketika sumber pakan tidak tersedia baik dalam jangkauan daya jelajahnya. Namun, jika sumber pakan kurang akan berdampak pada melemahnya koloni trigona, dan berujung pada kepunahan. Ini lah sebab mengapa mutlak harus memiliki lingkungan dengan vegetasi yang baik terlebih dahulu sebelum memulai beternak lebah trigona.
2. Pemeliharaan Rutin
Walau tidak perlu diberikan makan dan minum langsung, bukan berarti kegiatan beternak lebah trigona tidak memiliki kesibukan sama sekali. Proses pemeliharaan rutin wajib dilakukan secara kontinyu untuk memastikan keberlangsungan hidup koloni lebah. Proses pemeliharaan ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan berkala, penanaman tumbuhan berbunga dan pembersihan topping apabila diperlukan.
Untuk memastikan kondisi koloni, peternak dapat mengontrol dari corong lebah. Untuk lebah jenis trigona itama misalnya, warna dan bentuk corong mengindikasikan kondisi koloni itu sendiri. Koloni yang kuat ditandai dengan mulut corong yang berukuran lebar dan warna corong yang cerah. Sementara untuk koloni lemah, ditandai dengan mulut corong yang sering ditutup dan berwarna gelap. Jumlah tentara yang berjaga di sekitar corong juga dapat menjadi pertanda seperti apa kekuatan koloni lebah.
3. Proses Panen
Bagian yang paling menyenangkan dari budidaya lebah trigona adalah panen. Bayangkan ketika waktunya tiba, anda akan mengumpulkan madu terbaik yang pasti keasliannya dari lingkungan anda sendiri. Tentunya tidak perlu ragu lagi untuk khasiat madu yang dihasilkan, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa madu dari serangga kecil tanpa sengat ini memang nomor wahid.
Proses panen dilakukan dengan membuka topping dan menyedot madu dari kantungnya. Penyedotan dapat dilakukan dengan spuit suntik atau alat sedot elektrik. Madu yang telah matang dan siap dipanen ditandai dengan adanya lingkaran putih pada pucuk pot madu. Umumnya, kondisi ini terpenuhi ketika madu telah disimpan oleh lebah dalam waktu lebih dari 30 hari.
Baik sahabat dosen petani, itu tadi cerita singkat kami tentang pengalaman budidaya lebah trigona. Untuk sahabat yang mau tau lebih banyak, silahkan tonton video di bawah ini. Jangan lupa subscribe channel youtube Dosen Petani ya. Terimakasih.