Alpukat atau Avocado (Persea americana) merupakan buah-buahan tropis yang dikenal berasal dari Amerika Selatan.Bentuk buah beragam mulai dari bulat, oval hingga lonjong dengan tekstur kulit agak kasar dan daging buah berwarna hijau kekuningan. Tekstur daging buah lembut dengan rasa variatif, mulai dari sedikit pahit hingga manis.
Buah alpukat juga dikenal karena banyaknya manfaat dan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Kandungan lemak tak jenuh (lemak baik), serat, karbohidrat dan protein tentu menjadi alasan buah ini digemari untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, alpukat juga terbukti memiliki beberapa manfaat ketika dikonsumsi secara rutin diantaranya membantu mengendalikan tekanan darah dan membantu menjaga kesehatan jantung.
Di Indonesia, buah ini sudah mulai populer sejak tahun 1920an dibawa oleh Belanda pada masa kolonialisme. Seiring waktu dan dengan bertumbuhnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat buah ini, semakin banyak pula petani yang membudidayakannya. Sebaran perkebunan alpukat cukup merata di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara hingga daerah-daerah lainnya.
Dewasa ini, pemuliaan terhadap bibit alpukat di Nusantara terus dilakukan untuk memperoleh tanaman alpukat dengan kualitas baik. Beberapa varietas unggulan seperti Alpukat Miki, Alpukat mentega dan Alligator terus dikembangkan oleh para petani. Salah satu daerah yang menyumbang produksi Alpukat dalam jumlah besar adalah Sumatera Barat dengan beberapa varietas lokal yang juga unggul.
Ryan Saputra, S.Pd., salah satu petani alpukat di Nagari Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat membagikan ceritanya tentang budidaya tanaman alpukat. Memulai penanaman alpukat sejak tahun 2019 dengan memanfaatkan lahan kosong keluarga seluas 2 Ha, saat ini Ryan telah memiliki 500 batang alpukat dengan usia rata-rata 2 tahun. Di kebunnya, terdapat beberapa jenis varietas unggul seperti Kendil, Miki dan Alligator serta varietas-varietas lokal Sumatera Barat.
Alpukat dapat mulai berproduksi dari tahun ke tiga setelah penanaman tergantung asal bibit dan perawatan petani. Bibit yang diperoleh dari sambung pucuk akan lebih cepat berbuah dibanding bibit yang diperoleh dari penyemaian biji. Karenanya penentuan bibit yang akan ditanam mutlak menjadi hal yang sangat perlu untuk diperhatikan petani alpukat.
Tanaman alpukat dapat tumbuh baik pada ketinggian 5-1500 mdpl, namun akan berproduksi maksimal pada ketinggian 200-1000 mdpl. Kondisi tanah dan cuaca di Sumatera Barat sangat cocok dengan tanaman alpukat sehingga peluang budidaya tanaman ini masih sangat besar. Untuk perawatan rutin, tanaman ini butuh pemupukan berkala, pembersihan sekitar pohon dan tindakan pruning. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kandang, pupuk organik, pupuk kimia maupun kombinasi diantaranya.
Mau tahu cerita Ryan lebih lengkap? Simak videonya di channel youtube dosen petani dengan klik thumbnail video di bawah ini.
